Anda Caleg, Ingin Meraih Simpati Rakyat? Guanakan Strategi Berikut!

Anda Caleg, Ingin Meraih Simpati Rakyat? Guanakan Strategi Berikut!

Ditulis oleh : websitecaleg.com, pada tanggal 07 July 2018, 06:28

Dalam Pemilu 2019 mendatang, sepertinya kompetisi antar partai politik dan calon legislatif akan semakin panas dan ketat untuk merebutkan kembali suara rakyat. Parpol atau caleg juga harus bekerja keras merayu kepercayaan rakyat di tengah kecenderungan apatisme politik dan golput. Terlebih apabila muncul berbagai produk kompetitif berupa konsep, program solutif dan gagasan unik yang ditawarkan oleh rival-rival parpol atau caleg lainnya. Maka dibutuhkan strategi pemasaran yang unik agar parpol tidak khawatir akan ditinggalkan masyarakat pemilih.
Dengan adanya sebuah strategi yang baik, diharapkan proses kampanye tidak monoton dengan satu gaya marketing saja. Karena itu, perlu upaya sedemikian rupa agar masyarakat tidak bosan dengan gaya-gaya jualan parpol saat kampanye nanti. Maka, jangan sepelekan strategi pemasaran.

Optimalkan Internet Marketing

Mengoptimalkan upaya dan strategi pemasaran merupakan faktor terbesar yang akan mempengaruhi kesuksesan dalam kampanye. Kita jangan hanya terpaku dan merasa puas dengan strategi pemasaran melalui tools marketing seperti brosur, stiker, pamflet, spanduk, baliho saja. Saat ini marketing telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Aktivitas marketing menjadi lebih luas dengan adanya internet. Penggunaan internet dan fasilitas yang ada di dalam internet untuk melakukan aktivitas marketing dikenal sebagai e-marketing. Dan keuntungan yang dapat diberikan dengan adanya penggunaan E-marketing ini yaitu: mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing, dan target adalah konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan

Bahkan, perkembangan internet memang semakin meningkat apalagi munculnya teknologi web 2.0. Teknologi yang berhasil mengubah paradigma internet dari yang semula begitu angkuh, karena statis, pasif dan satu arah, menjadi demikian cool, fun dan interaktif. Contoh web 2.0 adalah blog, Facebook, twitter, YouTube, dan website yang menyediakan kotak komentar dll. Ke depan diprediksi lebih meningkat lagi sejalan dengan semakin mudah dan murahnya akses internet. Serta semakin banyak dan murahnya gadget yang dapat membantu mengakses internet. Apalagi mudahnya akses internet di tempat-tempat publik karena dukungan wifi gratis.

Mengapa parpol/caleg harus mengoptimalkan internet marketing? Karena meningkatnya jumlah pengguna internet dan mobile web. Sejak data terakhir pada Desember 2011, tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta orang. Hal ini tentu bisa dimanfaatkan kader partai atau tim sukses sebagai target konsumen dengan menjadikan mereka sebagai fans atau follow di sosial media. Kemudian mereka bisa berinteraksi dan mensosialisasikan program unggulan, ide dan gagasan kreatif caleg yang diusungnya. Selain itu, kader parpol atau tim sukses bisa lebih fokus dalam membidik target prospek. Sehingga selama interaksi mereka bisa menyaring akun-akun mana yang berpotensi menerima dan bersedia menyumbangkan suaranya pada pemilu nanti.

Mahalnya biaya iklan di media massa seperti televisi dan harian cetak juga menjadi pertimbangan mengapa parpol/caleg harus memanfaatkan internet marketing. Sehingga caleg bisa mengoptimalkan media sosial (twitter, FB, YouTube, blog) sebagai sarana pemasaran atau kampanye karena database di FB dan twitter yang sangat targeted, juga memiliki akses terhadap insight user behaviour (wawasan perilaku pengguna). Namun dengan memiliki jumlah fans saja belum cukup, kader partai atau tim sukses perlu menggugah interaksi (like, share, comment, retweet). Karena itu mereka perlu menyiapkan bahan atau materi yang tidak ada habis, setidaknya stok materi hingga memasuki masa pencoblosan.

Tampaknya, jika caleg berambisi ingin jadi, dia harus all out kampanye untuk dirinya dari kelurahan ke kelurahan dari ke kecamatan ke kecamatan di dalam satu daerah pemilihan. Mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk kepentingan kampanye , untuk kepentingan tim sukses mereka, dan untuk kepentingan lobi-lobi khusus mereka.

Namun dengan memanfaatkan internet marketing ini biaya mahal untuk bisa menjadi anggota dewan bisa terkurangi. Karena itu, parpol/caleg perlu membuat tim sukses yang khusus menangani masyarakat di dunia maya dengan memanfaatkan secara maksimal teknologi web 2.0 dalam melakukan proses marketing.